7 Tips Untuk Pemula Android Developer

Hampir seluruh pengguna smartphone sudah tidak asing lagi dengan Android, yaitu Operating System (OS) paling populer yang digunakan sebanyak 72,72% per Mei 2021 dalam pasaran OS seluruh dunia dilansir dari statista. Sejalan dengan kepopuleran ini, minat untuk menjadi Android developer juga semakin tinggi, karena merupakan pekerjaan yang cukup menjanjikan bagi para pengembang aplikasi. Para pembuat maupun pengembang aplikasi untuk platform android inilah yang dikenal dengan Android developer.

Pekerjaan para developer ini ialah membuat desain yang sesuai dengan citra aplikasi, menguji kinerja aplikasi, mengecek ketahanan unit kode, serta melakukan perbaikan atas bug yang muncul. Aplikasi yang telah dibuat akan didistribusikan ke Google Play sehingga dapat diunduh oleh para pengguna Android. Para developer dapat memperoleh keuntungan dengan berbagai cara, misal untuk menggunakan aplikasi tersebut harus melakukan pembelian terlebih dahulu. Developer juga dapat membuat aplikasi gratis namun ada pembayaran dalam aplikasi, membuat sistem langganan, dan iklan.

Jika sudah mengenal lebih dalam Android developer namun masih bingung bagaimana cara memulai, berikut tips-tips yang dapat dikuti bagi para pemula Android developer.

1. Pelajari Pengetahuan Dasar Bahasa Pemrograman

Ada banyak bahasa pemrograman, Java adalah salah satu yang paling populer digunakan karena merupakan satu di antara bahasa yang resmi digunakan oleh Android. Bahasa pemrograman lain yang dapat dipelajari adalah Kotlin merupakan bahasa yang ringkas, modern, dan aman. Sehingga, menjadi pilihan yang bagus untuk para developer mengembangkan aplikasi Android pertama kali . Pilihan lainnya ialah C++ dari Microsoft yang memiliki bahasa yang hampir sama dengan Java.

2. Pelajari dan Menguasai Tools yang Akan Digunakan

Tools untuk mengembangkan aplikasi di android disediakan secara gratis, adapun tools-nya ialah Android Studio yang dapat didownload di Android Developers Site. Android studio 2.2 ini sudah termasuk sistem gradle yang fleksibel, emulator yang cepat, dan rangkaian tools lain yang berguna untuk pengembangan aplikasi. Namun, sebelumnya perlu dipersiapkan komputer berspesifikasi tinggi dengan RAM minimal 3GB dan prosesor core i3. Ada berbagai jenis Android studio yaitu canary, dev, beta, dan stable. Kemudian untuk bahasa pemrograman yang didukung pada tools ini adalah Java, Kotlin, dan C++.

3. Menekuni User Interface dan User Experience

Daya tarik pertama suatu aplikasi adalah tampilannya oleh karena itu mempelajari user interface menjadi kewajiban. User interface yang berfokus pada tampilan maka harus dibarengi dengan user experience yang berfokus pada kelancaran dan kenyaman aplikasi ketika digunakan. Pentingnya mempelajari pembuatan tampilan dan pengalaman adalah untuk memudahkan penggunaan aplikasi oleh pengguna, dapat meningkatkan branding dari aplikasi, dan tentu saja dapat meningkatkan nilai jual dari aplikasi yang akan dikembangkan.

4. Memahami Pola Struktur Aplikasi Andoid

Android merupakan OS yang berbasis pada smarthphone, oleh karena itu struktur pembuatan aplikasinya akan berbeda dengan aplikasi yang ada di Personal Computer (PC). Banyak komponen-komponen yang perlu diperhatikan, seperti bagaimana aplikasi berproses di latar belakang, bagaimana aplikasi tersebut berinteraksi dengan aplikasi lainnya yang ada di gawai, dan penyedia serta penangan database aplikasi.

5. Rancang Strategi Bisnis

Dalam pengembangan aplikasi, perkara teknis tentu saja penting tapi harus disertai dengan strategi yang telah dibuat. Pertama, miliki inovasi untuk aplikasi yang akan dibuat, hal ini dapat dicari dengan melihat referensi dari berbagai aplikasi yang telah diluncurkan. Kedua, pastikan ketika akan membuat aplikasi yang diutamakan adalah kualitas bukan kuantitas, sehingga aplikasi tersebut akan memiliki pengguna setia. Ketiga, perhitungkan cara pemasarannya, mulai dari harga yang akan dipatok dan konten yang diberikan.

6. Bangun Sistem Kerja yang Sehat

Jika ingin membuat sebuah aplikasi yang akan hadir di platform Android maka diperlukan sebuah tim. Pertama yang perlu ada ialah, tujuan dan misi-misinya sehingga arah pembuatan aplikasi akan lebih jelas. Selain itu diperlukan komunikasi dan kebersamaan tim, sehingga perkembangan dan masalah yang ada dapat dibahas, diapresiasi, maupun dipecahkan bersama. Pembagian tugas untuk setiap anggota tim harus jelas sehingga tidak terjadi konflik yang dapat memecahbelah tim.

7. Mendistribusikan Aplikasi Android

Setelah aplikasi berhasil dibuat maka perlu diketahui bagaimana cara mendistribusikannya. Ada banyak tempat untuk melakukan hal tersebut, yang paling utama ialah di Google Play, website, akun sosial media terkait, atau bisa juga melalui amazon.com. Jika ingin mendistribusikan aplikasi yang sudah dibuat maka aplikasi tersebut akan diujicoba terlebih dahulu. Apabila tidak lolos dalam ujicob maka aplikasi tersebut harus dilakukan penyesuain terlebih dahulu.

Categories: Startup

Tags:

Post Your Thoughts

Related Posts
6 Ikon Kota Solo yang Populer, Sudah Tahu Belum?

6 Ikon Kota Solo yang Populer, Sudah Tahu Belum?

Kota Solo, atau Surakarta, dikenal dengan sejumlah ikon yang merepresentasikan budaya dan keindahan kota ini.…

Perbedaan Unicorn Decacorn dan Hectocorn

Perbedaan Unicorn Decacorn dan Hectocorn

Eksistensi perusahaan startup belakangan ini sedang ramai dan belakangan ini bisnis rintisan di Indonesia semakin…

Persewaan Ruang Kerja Fleksibel di Kota Solo: Solusi untuk Usaha Skala Menengah

Persewaan Ruang Kerja Fleksibel di Kota Solo: Solusi untuk Usaha Skala Menengah

Apa itu ruang kerja fleksibel? Persewaan Ruang Kerja Fleksibel. Tidak seperti ruang sewa kantor tradisional,…

Close

Whatsapp Chat

Would you like to see our space before joining? Come and visit our coworking space. Please fill out the form and our manager will get back asap.