Apa itu OKR (Objective and Key Results)?

Sebuah perusahaan atau organisasi yang terstruktur pasti membutuhkan sebuah indikator untuk mengukur dan mengetahui efektivitas kinerja timnya. Itulah yang menjadi dasar terciptanya KPI (Key Performance Indicators) dan OKR (Objective and Key Results). Lalu apa itu KPI dan OKR? Apa perbedaannya?

KPI adalah metrik kinerja yang digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi. KPI dapat diterapkan pada suatu program, proyek, produk atau bentuk lainnya. Biasanya perusahaan menggunakan KPI untuk mengukur keberhasilan penjualan hingga pertumbuhan media sosialnya. Namun beberapa perusahaan sering kali menjadikan KPI perusahaan lain sebagai indikator keberhasilannya sehingga apa yang ditargetkan sering kali tidak tercapai karena pada dasarnya setiap perusahaan memiliki tujuan spesifik yang berbeda-beda. Berbeda dengan KPI, OKR menggambarkan tujuan tim dan perusahaan, serta sejauh apa tujuan telah tercapai. Hal ini sesuai dengan dua komponen utama dalam namanya yakni Objectives dan Key Results. Oke, sekarang kita bahas lebih dalam tentang OKR ya.

sumber: dayamaya.id

OKR mempunyai dua komponen utama yaitu Objective dan Key Results. Objective adalah deskripsi kualitatif yang menjelaskan tentang apa yang ingin dicapai. Objective harus berupa kata yang singkat, insiprational, menarik, dan harus memotivasi serta menantang. Hal ini ditujukan agar setiap tim bisa melakukan yang terbaik untuk tercapainya tujuan perusahaan. Key Results adalah serangkaian metrik yang mengukur kemajuan suatu perusahaan menuju Objective. Untuk setiap Objective, perusahaan harus mempunyai 3 sampai 5 Key Results yang kuantitatif dan terukur. Dengan begitu, OKR mengandung tujuan yang lebih spesifik dan disertai langkah-langkah terukur untuk mencapai tujuan tersebut sehingga nantinya tim bisa memiliki guideline dalam bekerja.

Saat menyusun OKR, ada dua pertanyaan yang menjadi acuan yaitu apa tujuan yang harus dicapai dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut. Tujuan yang ditetapkan pada pertanyaan pertama idealnya konkret dan ambisius. Namun, perusahaan harus menjaganya tetap realistis melalui langkah-langkah yang menjadi jawaban dari pertanyaan kedua. Semua langkah tersebut harus dapat diukur. Penyusunan OKR harus melibatkan semua pihak tanpa adanya dikte maupun mandat dari pihak tertentu. Jangka waktunya dapat beragam, tergantung kesepakatan dalam perusahaan. OKR juga harus disusun dengan transparan dan mudah dimengerti, ada guideline yang jelas dalam bekerja agar memudahkan tim dalam memantau sejauh mana usaha yang telah dilakukan dengan target yang akan dicapai.

Untuk menyusun indikator keberhasilan suatu perusahaan, langkah-langkah yang perlu dilakukan menggunakan sistem Objective and Key Results adalah:

1. Tentukan kemana tujuan yang hendak dicapai

Sebuah perusahaan harus mengetahui dengan jelas dan sejelas-jelasnya goals apa yang hendak dicapai. Goal yang dicapai juga harus spesifik dan sangat jelas. Goals perusahaan bisa dibicarakan dengan semua tim dan memastikan tujuan masing-masing sudah searah untuk keberhasilan perusahaan tersebut. Selain menentukan goals perusahaan, semua tim bisa juga menentukan goals masing-masing tim dan perorangan.

2. Tentukan apa saja cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan

Yang pertama harus dilakukan adalah memberikan pemahaman kepada semua tim tentang apa itu OKR. Setelah memastikan bahwa semua orang yang terlibat dalam perusahaan memiliki pemahaman tentang OKR, pilihlah tool yang akan digunakan. Tool yang dimaksud dapat berupa spreadsheet sederhana hingga software khusus. Apa pun jenis tool yang digunakan, pastikan bahwa semua tim memiliki akses yang mudah untuk memantau, mengikuti, dan mengelola OKR-nya masing-masing. Pengelola OKR juga perlu memiliki akses terhadap OKR yang telah dipenuhi maupun yang akan datang.

3. Melakukan evaluasi OKR

Setelah OKR sudah dijalankan sesuai dengan rancangan, perusahaan harus mengevaluasi OKR untuk mengetahui sejauh apa tujuan telah tercapai. Pada umumnya, pencapaian yang sukses berada pada rentang 60-70%. Persentase pencapaian kurang dari rentang tersebut belum tentu menandakan kegagalan, melainkan target yang hendak dicapai terlampau tinggi. Sebaliknya, persentase keberhasilan OKR yang selalu mencapai 100% dapat menandakan bahwa target perusahaan kurang ambisius. Jika demikian, maka perusahaan perlu menilai kembali target yang hendak dicapai untuk jangka waktu berikutnya.

Meski memiliki bentuk yang berbeda, KPI dan OKR sama-sama merupakan indikator penting untuk mengetahui kemajuan suatu perusahaan. Keduanya juga berguna untuk memacu semua tim yang terlibat untuk menjadi lebih produktif sambil tetap mempertahankan target yang realistis.

referensi:

https://www.ekrut.com/media/okr

Mengenal Objective and Key Results (OKR) dan Memanfaatkannya

Post Your Thoughts

Related Posts
Fungsi Enterprise Resource Planning (ERP) Bagi Bisnis

Fungsi Enterprise Resource Planning (ERP) Bagi Bisnis

Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan singkatan dari tiga elemen kata enterprise (perusahaan/organisasi), resource (sumber daya),…

Tips Memahami Konsumen

Tips Memahami Konsumen

Hai, calon pengusaha sukses.. Semua bisnis pasti tak lepas dari peran konsumen. Bahkan beberapa pengusaha…

Kenali USP (Unique Selling Point) Dalam Bisnis

Kenali USP (Unique Selling Point) Dalam Bisnis

Dalam dunia bisnis pasti akan selalu ada kompetitor yang menjadi lawan dalam bisnis yang tak…

Close

Whatsapp Chat

Would you like to see our space before joining? Come and visit our coworking space. Please fill out the form and our manager will get back asap.