Review Film : The 8th Night (2021)

Review Film : The 8th Night (2021)

The 8th Night, salah satu film horor dari Korea Selatan yang dirilis melalui Netflix. Film ini tayang pada 2 Juli 2021. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Kim Tae-hyung. Selain itu, film ini diperankan oleh Kim Yoo Jung, Nam Da Reum, dan Park Hae Joon. Durasi film ini selama 1 jam 55 menit. Film ini menceritakan mengenai kisah pertarungan hidup dan mati melawan roh yang tidak boleh untuk dibangkitkan. Hal itu karena, roh yang dibangkitkan tersebut dapat mendatangkan rasa sakit dan penderitaan dari neraka ke bumi.

Sinopsis

Kisah awal film the 8th Night bermula ketika dua makhluk misterius membuka gerbang neraka pada 25 abad lalu. Kedua makhluk tersebut berusaha mendatangkan rasa sakit dan penderitaan kepada manusia. Lalu, sang Buddha pun datang dan menangkap mereka. Buddha menyegel roh mereka di tempat yang berbeda, yakni gurun ujung barat yang luas dan gurun ujung timur yang sangat terjal.

Suatu ketika, salah satu roh bebas karena segelnya terlepas. Roh yang mengerikan itu berusaha mencari kawannya. Ia juga menargetkan manusia sebagai mangsa. Seorang mantan biksu yang bernama Park Jin Soo (Lee Sung Min) berusaha mencegah kebangkita kedua makhluk itu. Selama mencegah kebangkitan kedua makhluk itu, ia dibantu oleh Ae Ran (Kim Yoo Jung), dan Chang Seok (Nam Da Reum). Mereka hanya memiliki waktu sebanyak delapan hari dalam menumpas dua roh jahat tersebut. Apabila gagal, maka manusia akan merasakan penyiksaan dari neraka.

Penderitaan akan terus menghantuimu saat kau tak bisa melupakan masa lalu

8th Night

Nantinya pada cerita ini akan ada seorang detektif bernama Kim Ho-tae (Park Hae-joon). Ia berusaha menyelidiki kasus pembunuhan di sebuah motel. Kasus ini menjadi titik awal dari kasus pembunuhan lainnya. Kasus pembunuhan itu dirasa janggal karena korban mengalami pembusukan selama semalam saja. Hal itu sangatlah menyulitkan kasus investigasi. Kejadian itu ternyata karena ada kaitannya dengan sang merah.

Review

Film ini alurnya cukup lambat dan terkesan memaksa penonton untuk tetap terjaga dari menit awal hingga pertengahan. Selain itu, kisah mengenai legenda sang merah dan sang hitam terlalu menguras banyak waktu. Terdapat beberapa adegan yang harus dipangkas, namun dimasukkan seolah-olah untuk memperpanjang durasi.

Meskipun begitu, pada film ini juga cukup berhasil membuat penonton menduga-duga apa yang sebenarnya terjadi pada setiap karakter film ini. Salah satunya pada adegan ketika Ae-ran (Kim Yoo-jung) yang beberapa kali muncul secara misterius. Dari situ muncul pertanyaan apakah Ae-ran sebagai tokoh yang protagonis atau antagonis. Selain itu, para pemeran juga mampu menunjukkan akting yang tetap memukau melalui mimik dan tindakan sehingga emosi tersampaikan dengan baik.

Categories: Hiburan

Tags:,

Post Your Thoughts

Related Posts
Review Film : Classmates Minus (2021)

Review Film : Classmates Minus (2021)

Classmates Minus adalah film taiwan dengan genre komedi yang disutradarai oleh  Hsin-yao Huang. Selain itu,…

Rekomendasi Film Buat Pencari Inspirasi di Awal 2021

Rekomendasi Film Buat Pencari Inspirasi di Awal 2021

Wow, kita sudah melewati tahun 2020 loh, itu artinya kita sudah memasuki tahun yang baru…

4 Toko Buku Paling Memorable di Film

4 Toko Buku Paling Memorable di Film

Dalam pembuatan sebuah film, latar tempat dan waktu merupakan hal yang sangat penting. Terutama untuk…

Close

Whatsapp Chat

Would you like to see our space before joining? Come and visit our coworking space. Please fill out the form and our manager will get back asap.